Komplikasi

Bagi diabetisi yang lebih dikeluhkan adalah berbagai komplikasi kronis yang ditimbulkan. Komplikasi ini banyak disebabkan oleh seberapa lama seseorang sudah menderita diabetes millitus dengan kadar gula tidak terkontrol dengan baik. Untuk itulah kita sering dengar ucapan: “Kencing manis tidak pernah datang sendiri. Dia akan mengundang teman-temannya”.
Macam - macam komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat Diabetes Millitus:Ginjal ( Nefropati Diabetik ), Kebutaan ( Retinopati Diabetik ), Syaraf ( Neuropati diabetik ), Kelainan Jantung, Hipoglikemia, Ketoasidosis Diabetik, Impotensi......

Komplikasi Penyakit Diabetes

Bagi diabetisi yang lebih dikeluhkan adalah berbagai komplikasi kronis yang ditimbulkan. Komplikasi ini banyak disebabkan oleh seberapa lama seseorang sudah menderita diabetes millitus dengan kadar gula tidak terkontrol dengan baik. Untuk itulah kita sering dengar ucapan: “Kencing manis tidak pernah datang sendiri. Dia akan mengundang teman-temannya”.

Awal komplikasi terjadi akibat kelainan pembuluh darah makro- dan mikroangiopati. Pada mikroangiopati akan menimbulkan berbagai perubahan pembuluh darah kapiler pada ginjal, mata serta kaki. Sedang akibat makroangiopati membuat penyempitan pembuluh darah besar. Bila terjadi pada pembuluh darah jantung akan menyebabkan jantung koroner, pada tungkai bawah dapat menyebabkan ganggren atau pada pembuluh darah otak bisa berakhir dengan stroke.Bila penyakit diabetes millitus tidak berhasil disembukkan (terkontrol), munculnya komplikasi di atas tidak bisa untuk dihindari. Tetapi dengan pengobatan dan sikap hidup yang tepat setidaknya komplikasi dapat diperlambat.

Macam - macam komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat Diabetes Millitus:Ginjal ( Nefropati Diabetik ), Kebutaan ( Retinopati Diabetik ), Syaraf ( Neuropati diabetik ), Kelainan Jantung, Hipoglikemia, Ketoasidosis Diabetik, Impotensi, Komplikasi lainnyaPenyebab Utama Diabetes Militus Masa Kini

Antara Diabetes Militus dan  Komplikasi yang Ditimbulkan

Seperti sedikit telah disinggung di atas, hubungan antara diabetes millitus dengan komplikasi yang ditimbulkan, merupakan hubungan sebab-akibat. Mengatasi komplikasi yang ada harus membereskan penyebabnya, yaitu penyakit diabetes itu sendiri.Walaupun demikian apabila penyebab sudah bisa diatasi, bukanlah komplikasi yang ditimbulkan dengan sendirinya akan hilang. Hal ini sangat tergantung dari seberapa serius komplikasi tersebut. Bila komplikasi terjadi masih dalam tahap awal, biasanya dengan terkontrolnya diabetes millitus, komplikasi yang masih baru mulai tersebut akan sembuh dengan sendirinya pula. Sebagai contoh, kesembaban yang terjadi pada mata akan hilang dengan sendirinya bila penderita berhasil mengontrol kadar glukosa darah ke batas normal. Tetapi bila hal tersebut sudah terlambat (sudah mengalami kebutaan), maka walaupun kadar glukosa darah bisa dinormalkan mata akan tetap menjadi buta. Komplikasi ini telah menjadi penyakit yang berdiri sendiri. Sebagai perumpamaan kita dapat menggambarkan tubuh kita sebuah mobil. Kelainan pada dinamo dimana tegangan listrik yang keluar tidak bisa terkontrol misalnya, bisa mempengaruhi lampu, pengapian (koil panas) dan sebagainya. Pada batas tertentu, dengan memperbaiki dinamo yang ada, gangguan-gangguan yang terjadi bisa hilang dengan sendirinya.
Tetapi bila kerusakan yang diakibatkan sudah terlalu parah (bolam lampu putus, koil terbakar dst), walaupun dinamo sudah diperbaiki, bolam lampu dan koilnya akan tetap rusak. Karena itu harus diperbaiki secara terpisah. Dan sebaliknya kalau bolam lampu serta koilnya diperbaiki, tetapi dinamonya tetap belum normal, maka bolam dan koil akan rusak lagi.

Komplikasi Yang Bisa Timbul Akibat Diabetes Millitus

GINJAL ( Nefropati Diabetik ) Nefropati diabetik atau ginjal diabetik dapat dideteksi cukup dini. Bila penderita mencapai stadium nefropati diabetik, didalam air kencingnya terdapat protein. Dengan menurunnya fungsi ginjal akan disertai naiknya tekanan darah. Pada kurun waktu yang lama penderita nefropati diabetik akan berakhir dengan gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Selain itu nefropati diabetik bisa menimbulkan gagal jantung kongesif.

KEBUTAAN ( Retinopati Diabetik ) Kadar glukosa darah yang tinggi bisa menyebabkan sembab pada lensa mata. Penglihatan menjadi kabur dan dapat berakhir dengan kebutaan. Tetapi bila tidak terlambat dan segera ditangani secara dini dimana kadar glukosa darah dapat terkontrol, maka penglihatan bisa normal kembali

SYARAF ( Neuropati Diabetik ) Neuropati diabetik adalah akibat kerusakan pada saraf. Penderita bisa stres, perasaan berkurang sehingga apa yang dipegang tidak dapat dirasakan. Telapak kaki hilang rasa membuat penderita tidak merasa bila kakinya terluka, kena bara api atau tersiram air panas. Dengan demikian luka kecil cepat menjadi besar dan tidak jarang harus berakhir dengan amputasi.

KELAINAN JANTUNG Terganggunya kadar lemak darah adalah satu faktor timbulnya aterosklerosis pada pembuluh darah jantung. Bila diabetesi mempunyai komplikasi jantung koroner dan mendapat serangan kematian otot jantung akut, maka serangan tersebut tidak disertai rasa nyeri. Ini merupakan penyebab kematian mendadak. Selain itu terganggunya saraf otonom yang tidak berfungsi, sewaktu istirahat jantung berdebar cepat. Akibatnya timbul rasa sesak, bengkak, dan lekas lelah.

HIPOGLIKEMIA Hipoglikemia terjadi bila kadar gula darah sangat rendah. Bila penurunan kadar glukosa darah terjadi sangat cepat, harus diatasi dengan segera. Keterlambatan dapat menyebabkan kematian. Gejala yang timbul mulai dari rasa gelisah sampai berupa koma dan kejang-kejang.

KETOASIDOSIS DIABETIK Ketoasidoisi terjadi bila tubuh sangat kekurangan insulin. Karena dipakainya jaringan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi, maka akan terbentuk keton. Bila hal ini dibiarkan terakumulasi, darah akan menjadi asam sehingga jaringan tubuh akan rusak dan bisa menderita koma. Hal ini biasanya terjadi karena; tidak mematuhi perencanaan makan, menghentikan sendiri suntikan insulin, tidak tahu bahwa dirinya sakit diabetes mellitus, mendapat infeksi atau penyakit berat lainnya seperti kematian otot jantung, stroke, dan sebagainya.

IMPOTENSI Sangat banyak diabetisi laki-laki yang mengeluhkan tentang impotensi yang dialami. Hal ini terjadi bila diabetes yang diderita telah menyerang saraf. Keluhan ini tidak hanya diutarakan oleh penderita lanjut usia, tetapi juga mereka yang masih berusia 35 - 40 tahun. Pada tingkat yang lebih lanjut, jumlah sperma yang ada akan menjadi sedikit atau bahkan hampir tidak ada sama sekali. Ini terjadi karena sperma masuk ke dalam kandung seni (ejaculation retrograde). Penderita yang mengalami komplikasi ini, dimungkinkan mengalami kemandulan. Sangat tidak dibenarkan, bila untuk mengatasi keluhan ini penderita menggunakan obat-obatan yang mengandung hormon dengan tujuan meningkatkan kemampuan seksualnya. Karena obat-obatan hormon tersebut akan menekan produksi hormon tubuh yang sebenarnya kondisinya masih baik. Bila hal ini tidak diperhatikan maka sel produksi hormon akan menjadi rusak.Bagi diabetisi wanita, keluhan seksual tidak banyak dikeluhkan. Walau demikian diabetes millitus mempunyai pengaruh jelek pada proses kehamilan. Pengaruh tersebut diantaranya: mudah mengalami keguguran yang bahkan bisa terjadi sampai 3-4 kali berturut-turut, berat bayi saat lahir bisa mencapai 4 kg atau lebih, air ketuban yang berlebihan, bayi lahir mati atau cacat dan lainnya.

HYPERTENSI Karena harus membuang kelebihan glokosa darah melalui air seni, ginjal penderita diabetes harus bekerja ekstra berat. Selain itu tingkat kekentalan darah pada diabetisi juga lebih tinggi. Ditambah dengan kerusakan-kerusakan pembuluh kapiler serta penyempitan yang terjadi, secara otomatis syaraf akan mengirimkan signal ke otak untuk menambah takanan darah.

KOMPLIKASI LAINNYA Selain komplikasi yang telah disebutkan di atas, masih terdapat beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat diabetes millitus. Komplikasi tersebut misalnya; 1) Ganggunan pada saluran pencernakan akibat kelainan urat saraf. Untuk itu makanan yang sudah ditelan terasa tidak bisa lancar turun ke lambung. 2) Gangguan pada rongga mulut, gigi dan gusi. Gangguan ini pada dasarnya karena kurangnya perawatan pada rongga mulut gigi dan gusi, sehingga bila terkena penyakit akan lebih sulit penyembuhannya. 3) Gangguan infeksi. Dibandingkan dengan orang yang normal, penderita diabetes millitus lebih mudah terserang infeksi.